Cari Judul di Blog Ini/dari Web

Selasa, 31 Januari 2012

Teori Belajar Bahasa

Zkiba Zaisin

SMT1

Share...

Teori Belajar Bahasa...

Teori yang mendasari pembelajaran bahasa

1. Teori BEHAVIORIS > B.F SKINNERS

2. Teori GENERATIF
                -Teori KOGNITIVISME
                -Teori NATIVISME > Noam Chomsky.

3. Teori FUNGSIONAL

BAHASA adalah system pundamental dari keseluruhan perilaku manusia sehingga bahasa disebut sebagai proses.
Konsep S-R
(stimulus   –Respon )

Konsep TABULARASA
                Cth : seorang anak seperti sebuah kapas putih.

(a.2) Pendekatan Rasionalistik
                Tentang bagaimana kita memperolah bahasa dan bagaimana kita belajar              bahasa.

(a.3) Fungsi Bahasa secara umum
                Teori Kognitifisme > Proses mental.
                Cth : seperti ter (IQ)
Yaitu apa yang ada di dalam pikiran seseorang.

Teori yang menekankan pada bahasa
                Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi.

ISU PENTING DALAM PEMEROLEHAN BAHASA.

1. KOMPETENSI dan PERFORMANSI
2. KOMPREHENSI dan PRODUKSI
3. DASAR Versus AJAR
4. KESEMESTAAN
5. SISTEMATIS dan VARIABELITAS
6. BAHASA dan PIKIRAN
7. IMITASI / PENIRUAN

Kompetensi > pengetahuan yang dimiliki seseorang pengetahuan tentang bahasa.

1. A. Produksi Aktual
                -Menulis = Mengarang.
                -Berbicara = Midato / puisi.

        B. Pemahaman
                -Menyimak = Mendengarkan dengan penuh pemahaman.
                -Membaca = Mengetahui informasi melalui buku.
2. Produksi = Mengolah, Menghasilkan.
     Kesimpulan = Seorang anak banyak memahami sesuatu tapi tidak bisa menyampaikannya dengan kata-kata.

3. Dasar Versus Ajar
                Teori Konvergensi > setiap orang memiliki kemampuan / bakat untuk berbahasa tetapi harus ditambah dengan belajar.
4. Kesemestaan = pemerolehan bahasa di dunia sama.
                Cth : /p/>
5. SISTEMATIS DAN VARIABELITAS = bahasa itu bersistem.
                Huruf > Kata > Kalimat > Paragraf > Wacana.

Variabelitas = Pemerolehan stiap anak berpariasi.

6. Bahasa & Pikiran = Bahasa akan mempengaruhi pikiran seseorang. dan pikiran akan mempengaruhi bahasa seseorang.
7. IMITASI / Peniruan = seorang anak akan mengembangkan bakatnya.

Teori Mutakhir Dalam Pembelajaran Bahasa
Pendekatan  = melakukan sesuatu untuk mendapat perhatian orang lain.
Mutakhir = yang modern
1. PEMBELAJARAN BAHASA MASYARAKAT
                >  CARA BELAJAR BERBAHSA DI MASYARAKAT, BERBICARA SOPAN SANTUN, SETIAP PROPESI AKAN BERBEDA CARA MEREKA BERBAHASA.

2. RESPON FISIK TOTAL
                > Respon fisik total :
                Seseorang melakukan proses berbahasa disertai dengan gerakan tubuh.
3. PENDEKATAN ALAMIAH
4. PENDEKATAN DIAM
5. SUGESTOPEDIA

                                    
                                              
 
TERAPI KEJIWAAN  > PROSES PENGOBATAN
konsep kejiwaan yang digunakan >
(Tentang  Seorang Guru)
                SARD
1. SCURITY
                > Seorang Guru harus memberikan rasa aman kepada siswa.
2. ATENSI & AGRESI
3. REFLEKSI & RETENSI
4. DISKRIMINASI
                > Tidak membeda-bedakan.
Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk lebih membekali diri dengan keterampilan pemahaman sampai mereka benar-benar siap berbicara.

                Pemahaman sebelum keterampilan berbicara dengan mengadakan SINKRONISASI antar bahasa dengan gerakan tubuh.

Bahasa Banjar

Zkiba Zaisin

SMT1



 Share...

Bahasa Banjar... 

Morfem Bebas & Morfem terikat

Morfem Bebas : Mengikuti kata Dasar
Cth : ( ulah – meulah ‘baulah )

kata ulang ( utuh / murni )
Cth : ( duduk-duduk )

Kata Majemuk (…)

Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dan dapat diucapkan sendiri.

Morfem bebas bersuku (satu) hanya merupakan pinjaman saja, karena terbatas.
Cth : BH, (Bola) – (bal), (Cap), (pas).

M b (dua) “banyak”
                Cth : (Ja-ra) , (ju-du).

M b (tiga) “terbatas”
                Cth : (ka-ra-dau).

1) Morfem bersuku satu
Ka = kaka
Ma = bu
Pa = pak

2) Morfem bersuku dua
Dabil = lebar
Gabis = jambang
Hangkuy = nyaring

4) Morfem bersuku empat
Karamunting
Paludahan           tempat meludah
Karuntukkan
5) Morfem bersuku lima
(yang sangat terbatas dalam PBH)
Balangkasua

Morfem terikat : meliputi semua afiks yang dapat dibedakan atas Afiks, Simulfiks, Infiks.

Morfem terikat secara morfologis.
Morfem terikat secara Sintaksis.

Morfem terikat secara Morfologis
Prefiks
Sufiks
Infiks
Simulfiks
Prefiks : awalan
Melewati beberapa macam :
MaN-, PaN-, Ba-, Ta- , Di-, sa-, Ka-, Tapa-, Taka-.

Pariasi bentuk MaN-,
Ma-, man-, mam-, mang-, many-.

Prefiks PaN-,
Pa-, pan-, pam-, pang-, pany-.

Ma + ambil
Man + jinting
Mam + buang
Mang + gawil
Many + sadap

Pa + dadayan
Pan + dusta
Pam + babat
Pang + girik
Pany + sabar

Ba + malam
Ta + lapaw
Di +
Sa +
Ka +
Tapa +
Tapa +
Giming > Guliming (ul).
= memegang-megang.

Teori Sejarah Sastra

Zkiba Zaisin

SMT1



Share...

Teori Sejarah Sastra...
Sumpah pemuda (1928)


Pengarang dalam hal
( GAMBARAN LATAR TEMPAT )

Keadaan sekitar karena =
Pengarang cenderung menceritakan kehidupannya sehari-hari.

Karya Sastra merupakan DOKUMEN SOSIAL.


CERPEN
Perkenalan
Konflik / pertikaian
            Ide
            Fisik
            Fisikis
Penyelesaian.


INTERPRETASI => menjiwai

Di dalam berkarya >>>

Latar Belakang Psikologis < kejiwaan > SASTRAWAN

Organ Biologis>akal>jiwa. (ORAKJI)

Ketiga Perilaku ini disebut => KEPRIBADIAN

Unsur-unsur kpribadian
Pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. (PENGPERDOR)
Aktifitas manusia mencakup
  1. perhatian,
  2. pengamatan,
  3. tanggapan,
  4. fantasi,
  5. ingatan,
  6. pikiran,
  7. perasaan, dan
  8. motif-motif.
DI ATAS ITULAH YANG DISEBUT DENGAN
((( INDIVIDUAL SASTRAWAN )))

KEPRIBADIAN 



Pengetahuan adalah unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar. Secara nyata terkandung dalam otaknya. Pengetahuan terdiri atas persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi. Banyak pengetahuan seseorang karena,



                        Persepsi => Gambaran



                        Apersepsi => Bayangan


Berkarya biasanya terdesak memasuki alam bawah sadarnya. Kadang-kadang muncul pengetahuan yang larut dan tercampur dengan yang lain.



Berkaitan dengan “JUNG” menciptakan Tipologi, Psikologi, membagi kepribadian atas empat Tipe

Pikiran

Prasaan

Intuisi

Sensasi



Dua kategori



EXTROPERT dan INTROVERT



EXTROVERT : (anti tipe) mengarang dengan imajinasi / membayangkan saja. Bertentangan dengan hal kepribadiannya.



Misalkan seorang yang tinggal di perbukitan mengarang tentang lautan.

Tidak langsung terjun ke tempat yang dikaryakan.

INTROVERT : (tipe asli) mengarang secara langsung.

Mengarang secara langsung ke tempat yang dijadikan karya / karangan.



Sastrawan Perajin & Sastrawan Kesurupan

Perajin : Ciri => Penuh dengan

  1. keterampilan,
  2. terlatih,
  3. bekerja serius,dan
  4. penuh dengan tanggung jawab (dalam kegiatan formal)

Kesurupan : Ciri =>

  1. Konsentrasi,
  2. emosi,
  3. menulis secara spontanitas (muncul dari bakat dirinya sendiri).



Novelis => anak yang ingin menirukan apa yang ia lihat.

            Contoh : Tokoh di televisi

Perasaan :

            1.  Suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan keadaan negatif.

            2. Dapat menimbulkan kehendak atau keadaan untuk mendapatkan suatukenikmatan (positif).

            3. Kehendak yang keras disebut dengan keinginan, suatu keinginan yang besar disebut dengan emosi (perasaan).



Keberhasilan Sastrawan

            KOMPENSASI

Kegelisahan, sebagai tema untuk lebih sukses.

Karya sastrawan berfungsi untuk meningkatkan dorongan-dorongan sastrawan .

            Berkarya untuk  :

       Mempertahankan hidup

       Mencari makan

       Meniru tingkah laku sesama

       Mendorong perwujudan

       Mendorong per-Tuhanan.



Latar belakang kebahasaan dan kesastraan

Bahasa > Budaya

      V

Fungsi

      V

-          Interaksi

-          Transaksional



Bahasa

       Masyarakat dianggap refleksi dari keseluruhan budaya mesyarakat

       Merupakan salah satu unsur kebudayaan

       Kondisi dari kebudayaan

            Bukti manusia mengenal budaya melalui bahasa

      Bagian kebudayaan ( materi pembentuk kebudayaan )



PUISI : Karya sastra yang memakai makna konotasi (tidak sebenarnya)

Mengkaji puisi



(unsur-unsur puisi) (TEMPERNAMAAMLA)

-          Unsur intrinsif

-           unsur ekstrinsif

Tema = Dasar Cerita

Perasaan =

Nada =

Majas = Personifikasi

Amanat = Pesan Dari Pengarang

Latar / Setting =



Puisi => Jenis sastra yang selalu menggunakan bahasa yang padat, tepat, dan singkat, mengandung nilai-nilai yang sangat kuat.



1. Puisi             Romance

2. Puisi             Lirik

3. Puisi             Elegi

4. Puisi             Ode

5. Puisi             Naratif

6. Puisi             Dedaktif

7. Puisi             Balada

8. Puisi             Himne

9. Puisi             Epik

10. Puisi           Satire



  1. Pengertian, Fungsi, dan Ragam Sastra.



  1. Pengertian sastra

Kesusastraan => Sansekerta (SUSASTRA) imbuhan Ke-an.

Su => Baik / indah

Sastra => Tulisan / karangan

SUSASTRA => Tulisan / Karangan yang indah dan baik

Jadi kesusastraan adalah segala tulisan atau karangan yang mengandung  nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa indah.


Secara zaman, puisi dapat dibedakan menjadi :

1. Puisi Lama
2. Puisi Baru
3. Puisi Modern



Fungsi sastra 5

Bagi kehidupan manusia ( KrDiEsMo )



  1. Fungsi Kreatif => Memberi rasa senang, gembira, dan menghibur para pembaca
  2. Fungsi Didaktif => Mendidik karena nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya.
  3. Fungsi Estetis => Memberikan keindahan bagi pembacanya karena sastra itu indah
  4. Fungsi Moralitas => Membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk



Sastra Berdasarkan Sejarah

Kesusastraan lama berkembang dalam masyarakat lama.


  1. Zaman Purba
  2. Zaman Hindu-Budha
  3. Zaman ISLAM
  4. Zaman Arab-Melayu





Kesusastraan Baru berkembang dalam masyarakat baru.



1.      Zaman Balai Pustaka angkatan 20-an.



            Karena pada saat itu, majalah atau cerita (Siti Nurbaya) yang disukai, diterbitkan oleh BALAI PUSTAKA.



2. Zaman         Pujangga Baru angkatan 30-an.

3. Zaman         Jepang

4. Zaman         Angkatan 45

5. Zaman         Angkatan 66

6. Zaman         Mutakhir / Kesusastraan Thn 1966



GOLONGAN SASTRA (ada dua)

Yaitu => SASTRA IMAJINATIF & SASTRA NON IMAJINATIF


A. SASTRA IMAJINATIF
            Sastra yang dihasilkan melalui proses daya imajinasi atau daya khayal pengarangnya.


KESUSASTRAAN INDONESIA

Yaitu => karya sastra yang ditulis dalam bahsa Indonesia,

            ketika pertama kali bangsa Indonesia diumumkan sebagai bahasa

            persatuan.

Yakni pada acara sumpah pemuda Thn (1928)



Sejak itulah segala kegiatan komunikasi dan berkarya sastra ditulis dalam bahasa indonesia.

Karya-karya sastra yang lahir sebelum tahun (1928) disebut karya sastra Nusantara

Karaya Sastra Nusantara tahun (1928) ditulis dalam bahasa :


  1. Jawa,
  2. Sunda,
  3. Batak,
  4. Padang,
  5. Aceh,
  6. melayu, dsb.

Kelahiran sastra indonesia bertolak dari adanya semangat dan kesadaran nasional yang sangat jelas dan kongkret, dengan direalisasikan oleh para sastrawan baru lewat PUJANGGA BARU.



PROSA

Jenis sastra yang menggunakan bahasa yang panjang, bebas dan mendetail atau rinci dalam pengungkapannya.

Bentuk prosa dibagi menjadi dua golongan

Prosa Fiksi => bentuk prosa yang isinya lebih menekankan pada unsur-unsur khayalan dan unsur-unsur subjektifitas pengarangnya.

            Cth : ‘Roman, ‘Novel, ‘Novelet, ‘Cerpen, ‘Drama.

Prosa Non Fiksi => lebih menekankan pada unsur-unsur objektifitasatau fakta-fakta realitas.

            Cth : ‘Essai, ‘Kritik, ‘Biografi, ‘Otobiografi, ‘Sejarah, ‘Memoar, ‘Catatan harian, ‘Surat-surat.

Zaman Prosa Dibagi Menjadi :
1. Prosa Lama, 
2. Prosa Baru, 
3. Prosa modern.

B. SASTRA NON IMAJINATIF

Sastra yang dihasilkan lebih mengutamakan keaslian suatu peristiwa atau kejadian tanpa terlalu ditambahkan dengan daya imajinasi atau daya khayal pengarangnya.